10 Pakaian Adat Jawa Timur, Nama, Gambar, dan Penjelasan

0
Pakaian Adat Jawa Timur
Pakaian Adat Khas Jatim

Pakaian Adat Jawa Timur – Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak keragaman budaya dengan masing-masing keunikannya. Jawa termasuk pulau yang kaya akan tradisi, pakaian adat, serta bahasa daerahnya. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas lengkap tentang pakaian adat jawa timur mulai dari nama, gambar, serta keterangannya.

Jawa Timur (Jatim) merupakan wilayah Jawa bagian timur yang jumlah penduduknya dihuni mayoritas suku jawa. Jawa Timur termasuk dalam 6 provinsi dengan penduduk besar mencapai 39 juta jiwa. Tak heran jika budaya yang dimiliki provinsi ini cukup beragam.

Membahas soal pakaian adat atau busana. Pada umumnya busana menjadi cerminan atau identitas suatu daerah. Pakaian adat yang dimiliki Jawa Timur lebih condong ke gaya Jawa karena hampir 80% penduduknya adalah suku jawa, 17% dari suku madura, dan sisanya pendatang. Disamping itu, ciri khas pakaian adat Jatim bercorak Islam, tak heran karena mayoritas (90%+) penduduknya beragama Islam.

Macam-macam Pakaian Adat Jawa Timur

1. Baju Mantenan

Pakaian Adat Jawa Timur

Dalam bahasa Jawa, arti kata mantenan adalah Pernikahan, Menikah, atau Perkawinan. Jadi baju mantenan merupakan pakaian adat yang menjadi identitas pernikahan masyarakat Jawa timur. Pakaian manten ini terbuat dari bahan beledu dan warna dasarnya hitam. Selain itu, baju manten dilengkap dengan odheng, arloji, rantai, kain selempang pria, dan aksesoris lain.

Semakin berkembangnya zaman, baju mantenan khas Jawa timur suah bergeser mulai dari desain hingga pemilihan warnanya. Bahkan busana ini sering ditinggalkan dalam upacara pernikahan, itu karena kebanyakan orang memilih gaya pernikahan modern atau dengan busana kekinian.

2. Sarong Bahan

Pakaian Adat Jawa Timur

Pakaian adat berikutnya adalah Sarong Bahan. Sesuai dengan namanya, sarong berarti sebuah kain yang menjadi pelengkap busana di Jawa Timur. Busana ini biasanya terbuat dari bahan sutra dengan katun sebagai pelekatnya. Motif yang digunakan biasanya batik atau gambar bunga sebagai identitas kebudayaan Jawa. Untuk warnanya lebih banyak memakai kung keemasan atau hijau.

Sarong sendiri dalam dalam bahasa Indonesia adalah Sarung atau lebih dikenal sebagai kain yang sering dipakai umat Islam untuk beribadah. Sarong bahan sendiri menjadi identitas tersendiri dari si pemakainya, dulu sarong bahan menunjukkan status sosial atau kehormatan seseorang. Saat ini sarong bahan masih dipakai sebagai busana pelengkap pernikahan atau dalam acara adat.

3. Pesa’an Madura

Pakaian Adat Jawa Timur

Pesa’an adalah busana adat khas Madura yang menjadi simbol utama kebudayaan serta baju adat Jawa Timur. Biasanya baju pesa’an dikenakan ketika ada acara pernikahan, acara adat, atau acar penting lainnya di Madura. Dahulu kala, baju pesa’an merupakan busana masyarakat madura sehari-hari, namun sekarang ini tidak banyak orang memakainya di hari biasa.

Busana pesa’an terdiri dari dua bagian yakni untuk laki-laki dan perempuan. Pesa’an untuk laki-laki terdiri atas celana longgar dan kaos bergaris merah putih. Sedangkan pesa’an untuk perempuan biasanya memakai kebaya dengan warna mencolok, cerah, atau menyesuaikan dengan yang dipakai laki-laki.

4. Kebaya Rancongan

Pakaian Adat Jawa Timur

Kebaya rancongan merupakan busana wanita sebagai pasangan dari Pesa’an. Kebaya rancongan menjadi ciri khas wanita Jawa Timur dalam berbusana. Corak warna cerah, mencolok, serta model yang indah membuat busana ini selalu dipakai dalam acara-acara penting. Kebaya rancongan biasanya menggunakan motif bunga atau batik yang indah.

5. Odheng

DSC 0656 - 10 Pakaian Adat Jawa Timur, Nama, Gambar, dan Penjelasan

Odheng merupakan pakaian adat khas Jawa Timur yang berbentuk penutup kepala, kupluk, atau peci. Odheng biasanya dibuat dengan motif batik, bunga, atau telaga yang membuatnya terlihat indah. Penutup kepala ini biasanya digunakan oleh laki-laki ketika ada acara tertentu, tradisi, atau pementasan seni.

Odheng dibagi menjadi dua jenis, yaitu: Odheng santapan dan Odheng tapoghan. Odeng santapan memiliki ciri motif telaga biru atau storjoan dengan warna merah soga. Sedangkan odheng tapohang bermotif lidah api, bunga, atau kembang dengan warna merah cerah.

6. Baju Cak – Ning

 

Pakaian Adat Jawa Timur

Jawa Timur atau lebih tepatnya Kota Surabaya memiliki tradisi unik tiap tahunnya yakni kontes memilih bujang dan gadis yang disebut dengan kontes cak dan ning. Dalam kontes ini, para peserta diharuskan memakai pakaian adat surabaya. Pria memakai baju cak yang terdiri dari beskap dan celana kain yang dilapisi dengan jarik. Sedangkan wanitanya memakai ning yang terdiri dari kebaya dan jarik serta tambahan kerudung maupun selendang.

Adapun syaratnya adalah harus tercatat sebagai warga surabaya dengan bukti KTP, umur minimal 17 tahun sampai 24 tahun, dan memiliki tinggi minimal 160 (ning) dan 170 (cak). Sebenarnya bukan hanya dari penampilan saja yang dinilai, calon kontestan juga harus memiliki pengetahuan luas, terutama yang berkaitan dengan surabaya.

7. Alas Kaki

Pakaian Adat Jawa Timur

Jawa Timur juga memiliki alas kaki yang khas dan menunjukkan ciri budayanya. Biasanya sandal atau alas kaki yang sering dikenakan oleh masyarakat Jawa Timur dikenal dengan terompah karena berbentuk terbuka dan longgar pada bagian ujung kaki.

Model atau bentuk alas kakinya terbilang sederhana dan mempertahankan bentuk awal. Biasanya bahan yang digunakan untuk membuat alas kaki ini adalah busa, kain, dan karet. Namun sekarang ini tidak banyak orang yang memakainya karena alasan sedikit berat dan kuno.

8. Sabuk atau Ikat Pinggang

lagi ngehits sabuk g pria 22317847 - 10 Pakaian Adat Jawa Timur, Nama, Gambar, dan Penjelasan

Sebenarnya ikat pinggang tidak termasuk pakaian adat, namun sebagai pelengkap saja. Ikat pinggang Jawa Timur memiliki ciri khas lebar, besar, dan tidak seperti sabuk-sabuk biasanya. Uniknya lagi, bagian depan sabuk ini dilengkap dengan sebuah kantung untuk menyimpan uang.

Untuk bahan pembuatannya adalah kulit sapi sehingga memberikan kualitas yang baik dan tahan lama. Sedangkan warna yang dipilih lebih ke gelap-gelapan atau kulit yang berwarna coklat polos. Harga ikat pinggang ini ternyata cukup mahal, bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

9. Odeng Ponorogo

Pakaian Adat Jawa Timur

Sedikit berbeda dari odheng santapan dan tapohang, odeng dari Ponorogo ini memiliki motif batik warna putih dengan dasar hitam. sedangkan model dan cara memakainya hampir sama dengan odeng tapohang. Odeng Ponorogo ini dulunya menjadi ciri khas warga disana dan sering dipakai oleh kaum laki-laki.

Untuk saat ini, odeng Ponorogo semakin ditinggalkan karena mengikuti perkembangan zaman. Odeng ponorogo hanya dipakai ketika sedang ada acara-acar tertentu seperti acara pesta desa, pernikahan, acara adat, dan lain sebagainya.

10. Senjata Khas Jawa Timur

Pakaian Adat Jawa Timur

Senjata juga tidak termasuk busana, tapi senjata biasanya dijadikan pelengkap busana. Misalnya keris yang sering dipakai oleh laki-laki dalam acara pernikahan. Selain itu, senjata khas Jawa Timur lainnya adalah gobang, belati, lancor ayam, celurit, sabit, clonot, takabuan, piol, dan masih banyak lagi. Beberapa senjata tidak digunakan sebagai pelengkap busana, hanya senjata yang berukuran kecil atau pendek saja.

Akhir Kata

Nah itulah pembahasan lengkap tentang pakaian adat Jawa Timur dengan keterangannya. Memang setiap daerah memiliki keunikan serta budayanya tersendiri, tapi semakin berkembangnya zaman, banyak budaya asli yang dilupakan. Setidaknya kita sebagai generasi muda tahu atau mengerti tentang budaya sendiri walau tidak mengenakannya.

Baca Juga : 12 Pakaian Adat Jawa Tengah, Nama, Gambar, Keterangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here