Pengertian Antropologi: Definisi, Teori, Sejarah, Ruang Lingkup

0
Pengertian Antropologi
Ilmu Antropologi

Antropologi merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang masyarakat, budaya, maupun etnis. Antropologi tercipta karena rasa ingin tahu tentang kehidupan, ciri fisik, budaya, adat. serta kajian tentang manusia. Karena itulah antropologi berkaitan erat dengan aspek sejarah, kejadian yang pernah dialami manusia, peristiwa tertentu, hingga gejala sosial.

Antropologi berasal dari bahasa Yunani “άνθρωπος ” atau dapat dibaca “anthropos” yang artinya Manusia dan Orang. Logos berarti Wacana atau lebih merujuk pada penalaran, bernalar, atau berpikir. Ilmu antropolohi dapat menggambarkan manusia melalui pengetahuan ilmu sosial maupun alam serta humaniora.

Secara umum, Antropologi memiliki tujuan untuk memahami lebih dalam dan mengapresiasi manusia sebagai entitas biologis homo sapiens (id.wikipedia.org). Itulah mengapa ilmu ini menggunakan teori evolusi biologi yang menjelaskan tahap perubahan yang dialami manusia.

Pengertian Antropologi Adalah

Antropologis merupakan cabang ilmu yang membahas manusia baik dari segi budaya, perilaku, cara hidup, hingga perbedaan satu sama lain. Pengertian antropologi tidak hanya itu, ada beberapa pendapat para ahli yang menjelaskan pengertian antropologi secara kompleks.

1. Menurut David Hunter

Antropologi merupakan ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang kehidupan umat manusia.

2. Menurut Conrad Phillip Kottak

Antropologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari keragaman manusia secara holistik meliputi aspek biologis, sosial, kebudayaan, hingga lingkungan dalam dimensi waktu lampau, saat ini, maupun yang akan datang. Conrad Phillip membagi antropologi menjadi 4 bagian, yaitu: antropologi sosial budaya, antropologi arkeologi, antropologi biologi, dan linguistik antropologi.

3. Menurut Koentjaraningrat

Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya meliputi aneka warna, bentuk fisik, masyarakat, serta kebudayaan yang dihasilkan. Jadi ilmu antropologi dapat menjelaskan lebih mendalam tentang masyarakat itu sendiri.

4. Menurut William A Haviland

Antropologi adalah bidang studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang berguna terkait manusia, perilaku, serta untuk memperoleh pengertian lengkap tentang keanekaragaman manusia.

5. Menurut Rafhi Siddiq

Antropologi adalah ilmu yang mengkaji segala aspek yang ada dalam kehidupan manusia meliputi tradisi, seni, norma, kebudayaan, lambang, linguistik, hingga teknologi.

6. Menurut Tulian Darwin

Antropologi adalah ilmu yang berasal dari keingintahuan manusia untuk membuktikan asal mula perkembangan serta peradaban umat manusia.

Tujuan Ilmu Antropologi

Antropologis bertujuan untuk memahamkan dan menjelaskan umat manusia secara detail mulai dari cara hidup, kebiasaan, adat, peradaban, hingga cara berpikir. Ilmu antropologi sangat berguna untuk melingkup data yang sangat luas dari peristiwa, sejarah, maupun fakta-fakta yang dialami manusia.

Dalam praktiknya, ilmu antropologi dipelajari dalam teori evolusi biologi sehingga menjelaskan perubahan yang bertahap dari sejarah yang ada. Pada intinya, ilmu ini tercipta untuk menjelaskan seluruh hal mulai dari umat manusia tercipta hingga sekarang ini.

Sejarah Perkembangan Ilmu Antropologi

penjelajahan samudera bangsa portugis - Pengertian Antropologi: Definisi, Teori, Sejarah, Ruang Lingkup
Perkembangan Ilmu Antropologi

1. Fase Pertama

Fase pertama sebelum tahun 1800-an atau sekitar abat ke 15 sampai 16. Bangsa eropa mulai bersaing untuk menjelajahi dunia, dalam penjelajahannya ditemukan hal-hal baru yang memicu rasa penasaran lebih luas. Mereka juga menemukan berbagai suku, adat, serta etnis yang belum dikenal, kemudian dicatat dalam buku harian dan menjadi bahan penelitian tentang kehidupan manusia.

2. Fase Kedua

Fase ini terjadi sekitar abad 18 sampai pertengahan abad 19. Pada fase ini, orang-orang eropa menganggap dirinya lebih tinggi dibanding kebudayaan atau adat lain. Disamping itu, ilmu antropologi digunakan untuk mempelajari tingkatan dalam masyarakat mulai dari kebudayaan hingga perkembangannya.

3. Fase Ketiga

Fase ini dimulai ketika abad 20, bangsa eropa mulai bersaing untuk membangun koloni maupun kelompok yang besar di benua lain sperti Afrika, Amerika, Asia, dan Australia. Tujuan utamanya untuk mengatasi ancaman dari bangsa lain, cuaca yang tidak stabil, serta memajukan peradabannya.

4. Fase Keempat

Fase keempat dimulai pada tahun 1930, pada masa ini terjadi peperangan besar di eropa (Perang dunia II). Hal ini memicu perubahan yang cukup signifikan dalam kebudayaan, cara hidup, hingga perkembangan teknologi. Dampak terburuk yang ditimbulkan adalah kesenjangan sosial, kemiskinan, hingga kesengsaraan yang tak berujung.

Baca Juga : Sejarah Tentang HAM

Hal ini menimbulkan semangat nasionalisme dari bangsa-bangsa yang dijajah eropa untuk keluar dari belenggu penjajahan. Pada fase ini timbul rasa dendam yang sangat besar terhadap eropa akibat perang besar-besaran yang telah dipicu olehnya.

Teori Antropologi

1. Teori Evolusionisme Deterministik

Disebut teori tertua dari deretan teori antropologi lain, teori ini muncul dari adanya anggapan hukum universal yang mengendalikan perkembangan dan peradaban manusia. Teori ini dikembangkan oleh Lewis Henry Morgan dan Edward Burnet Tylor.

2. Teori Partikularisme

Teori partikularisme muncul setelah berakhirnya masa evolusionisme, teori ini dikembangkan oleh Franz Boas. Ia berpendapat meskipun hanya satu unsur, kebudayaan tetap harus dipelajari dalam konteks masyarakat dimana unsur tersebut berada. Jadi setiap kebudayaan memiliki ciri khasnya masing-masing dan tidak dapat digeneralisasikan dalam aturan hukum universal. Jadi boas sangat menentang aturan teori evolusionis yang memusatkan seluruh kebudayaan dalam satu aturan.

3. Teori Fungsionalisme

Berikutnya ada teori fungsionalisme yang dikembangkan oleh Brownislaw Malinowski. Isi teori ini menyebut bahwa semua unsur budaya adalah bagian-bagian yang berfungsi dalam masyarakat dimana unsur-unsur tersebut berada. Pada intinya setiap unsur budaya memiliki fungsinya tersendiri dalam kehidupan manusia dan tidak dapat dipisahkan.

Ruang Lingkup Antropologi

1. Antropologi Fisik

Antropologi fisik mempunyai arti mempelajari manusia sebagai organisme biologis. Hal ini didasari dari rasa penasaran manusia tentang nenek moyangnya, cara berevolusi, hingga bagaimana proses manusia berubah dari awal mulanya hingga sekarang. Nah antropologi fisik masih dibagi menjadi dua sub bagian, yaitu:

a. Paleontologi

Paleontologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kehidupan masa lalu atau kehidupan yang dimulai setelah bumi tercipta. Ilmu ini mempelajari lebih detail tentang asal usul manusia hingga perkembangannya sampai saat ini.

b. Somatologi

Somatologi merupakan ilmu yang mempelajari jenis ras manusia yang berdasarkan pada bentuk fisik maupun ciri-ciri fisiknya. Somatologi juga menjelaskan ciri manusia berdasarkan warna kulit maupun warna mata sebagai perbedaan mendasar.

2. Antropologi Budaya

Antropologi budaya mempelajari tentang budaya manusia secara luas dan tidak menyamakan budaya satu dengan yang lainnya. Setiap kebudayaan yang terbentuk memiliki berbedaan, ciri, hingga sejarahnya masing-masing. Antropologi budaya masih dibagi menjadi beberapa sub bagian lagi, yaitu:

a. Arkeologi

Arkeologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kebudayaan dan sejarah purba kemudian dijadikan bahan penelitian perkembangan manusia hingga zaman modern ini.

b. Etnologi

Etnologi atau dikenal sebagai teori ilmu kebudayaan merupakan bagian antropologi budaya yang berkaitan dengan sifat-sifat khusus kebudayaan dan kelompok-kelompok manusia yang beranekaragam.

c. Etnolinguistik

Etnolinguistik membahas tentang bahasa yang digunakan oleh manusia dari masa ke masa mulai dari bahasa isyarat hingga ditemukannya huruf dan perkembangannya sampai sekarang ini.

Manfaat Mempelajari Antropologi

  • 1. Dapat menjelaskan pola perilaku masyarakat yang dapat dijadikan sebagai bahan kajian perkembangan kebudayaan dari masa ke masa.
  • 2. Dapat menjelaskan peran manusia dalam suatu kelompok masyarakat sehingga sesuai dengan harapan sekitar terhadap dirinya.
  • 3. Mengetahui perbedaan tiap-tiap kebudayaan dari berbagai daerah, wilayah, maupun suku di berbagai belahan dunia serta saling menjaga toleransi.
  • 4. Sebagai identifikasi berbagai jenis permasalahan maupun persoalan yang tengah terjadi dalam masyarakat kemudian mempelajari dan mencari solusinya.
  • 5. Sebagai pengetahuan tentang kehidupan masa lampau dan perkembangannya hingga sekarang ini.

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan dalam artikel “Pengertian Antropologi, Jenis, Ruang Lingkup, Contoh, Tujuan, hingga Teori Antropologi”. Dengan mempelajari ilmu Antropologi, maka kita akan tahu banyak hal dalam kebudayaan, cara hidup, ciri, dan perkembangan peradaban manusia.

| Pengertian Antropologi | Antropologi Adalah | Ciri Antropologi | Macam-macam Antropologi | Ruang Lingkup Antropologi | Pengertian Menurut Ahli | Jenis-jenis Antropologi | Teori Antropologi | Tujuan Mempelajari Antropologi | Manfaat Ilmu Antropologi | Metode Dalam Antropologi |

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here