Pengertian Berpikir: Konsep, Tingkatan, Tujuan, Macam-macam

Pengertian Berpikir
Pengertian Berpikir

Pengertian Berpikir – Manusia adalah makhluk yang sangat cerdas dengan segala pengetahuan yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Manusia memiliki otak potensial yang mampu membentuk pola pikir maju dan semakin berkembang. Disamping itu, sifat “Tidak selalu puas” membuatnya melakukan berbagai percobaan, penelitian, serta exsplor lebih luas tentang hal apa saja.

Konsep berpikir menimbulkan perubahan yang begitu pesat dalam peradaban umat. Berpikir adalah salah satu hal yang selalu dilakukan manusia, tujuannya untuk mengembangkan diri, meningkatkan wawasan, serta berguna dalam menghadapi persoalan hidup.

Apakah anda tahu definisi berpikir?, pada umumnya, berpikir merupakan cara kerja otak untuk memproses hal-hal yang dilihat atau diketahuinya. Nah berikut ini akan saya sampaikan informasi seputar berfikir, konsep berpikir, hingga faktor pendukung maupun penghambatnya.

A. Pengertian Berpikir

Secara umum, pengertian berpikir adalah cara manusia mencari gagasan, wawasan, hingga pemecahan masalah dengan pola-pola tertentu. Selain itu, berpikir juga didefinisikan sebagai sistem kerja otak mengenai suatu hal untuk memahami maupun mengingatnya.

Bersumber dari buku – Pengertian berpikir adalah berkembangnya ide maupun konsep dalam diri seseorang yang tercipta ketika menerima suatu gagasan, informasi, maupun suatu persoalan. Proses tersebut akan menciptakan sebuah pengertian, pemahaman, hingga konsep baru.

Menurut Drever – Berpikir adalah melatih ide-ide maupun gagasan-gagasan dengan caranya sendiri sehingga memunculkan jawaban atas hal yang dicari. Berpikir disini merupakan awal dari terciptanya ide-ide baru yang semakin berkembang.

Menurut Solso – Berpikir adalah proses representasi yang mencerminkan cara kerja otak dalam mencerna suatu persoalan. Berpikir menjadi hal yang selalu dilakukan manusia, bahkan beberapa kejadian sederhana memaksa individu berpikir keras.

Pengertian Kompleks – Berpikir merupakan proses dinamis, dimana individu akan bertindak aktif dalam berpikir menghadapi hal-hal yang sifatnya abstrak. Hal-hal yang bersifat abstrak inilah yang akan dipecahkan dan dibuat penjelasan-penjelasan yang lebih mudah.

Baca Juga : Pengertian berilmu serta ciri orang berilmu

B. Proses Berpikir

Berpikir juga memiliki konsepnya tersendiri, secara umum proses berpikir ada dua macam, yakni berpikir autistik dan realistik. Berpikir autistik merupakan pola pikir individu yang berdasarkan pada hal-hal yang tidak nyata atau bersifat imajinasi. Sedangkan berpikir realistik berarti pola pikir individu yang berkenaan dengan hal-hal nyata atau fakta.

Setiap individu memiliki kemampuan tersendiri dalam berpikir sesuai dengan kapasitas otak dan bagaimana cara ia mencerna hal-hal yang dilihat mata. Proses berpikir akan melibatkan berbagai indra serta perasaan, karena itulah proses berfikir bisa berasal dari penalaran dan insting.

C. Konsep Berpikir

Berpikir adalah proses menemukan, menjelaskan, serta memahami suatu hal yang bersifat abstrak. Karena itu dalam konsepsi berpikir terdapat beberapa bagian. Konsep ini berdasarkan pada persoalan yang sedang dipecahkan serta cara individu tersebut memecahkannya. Bagian konsep berpikir dalam psikolog ada 5, yaitu:

  1. Konsep sederhana (mudah)
  2. Konsep kompleks (rumit)
  3. Konsep konjungtif
  4. Konsep disjungtif
  5. Konsep relasional (pernyataan)

D. Tingkatan Berpikir

Berpikir juga dibagi menjadi beberapa tingkatan, hal ini didasarkan pada suatu objek yang sedang dipikirkan atau hal yang perlu dianalisis. Tingkatan berpikir menunjukkan cara individu dalam menjelaskan sesuatu dengan pengamatan maupun analisis langsung. Berikut ini beberapa tingkatan berpikir:

1. Konkrit

Adalah cara berpikir yang mengandalkan pengamatan panca indra secara langsung atau lebih tepatnya penglihatan. Berpikir jenis ini berkaitan dengan cara analisis sesuatu hal yang sebelumnya pernah ada atau belum pernah ada.

2. Skematis

Sesuai dengan namanya, tingkatan berpikir skematis mengandalkan skema yang dibuat untuk membentuk pola tertentu. Skema tersebut menjadi bahan dalam menyederhanakan pola rumit. Biasanya proses berpikir skematis lebih ke membayangkan serta memperkirakan.

3. Abstrak

Merupakan tingkatan berpikir yang tidak menggunakan perkiraan, namun sudah lebih umum terkait hal-hal yang bersifat nyata atau sudah dijelaskan. Berpikir abstrak biasanya menjelaskan hubungan sebab akibat atas suatu persoalan.

F. Tujuan Berpikir

Berpikir memang dilakukan manusia untuk memecahkan atau memahami suatu perkara. Karena itulah setiap proses berpikir ada tujuannya tersendiri. Sebenarnya berpikir memiliki beragam tujuan, tapi secara umum dibagi menjadi 3, yaitu:

1. Mencari Pengertian

Tujuan berfikir yang pertama adalah mencari pengertian atau arti atas suatu benda, kejadian, atau persoalan hidup. Misalnya ketika anda berpikir tentang “Jam”, maka anda bisa memberikan pengertian bahwa Jam adalah alat penunjuk waktu (detik, menit, jam)

2. Menentukan Pendapat

Jika suatu persoalan belum pernah dijumpai oleh individu sebelumnya, maka konsep berpikir akan membentuk pendapatnya tersendiri. Menentukan pendapat juga sering berkaitan dengan fenomena sosial atau hal-hal yang sedang menjadi kontroversi.

3. Membentuk Kesimpulan

Jika pola-pola tertentu sudah ditemukan dan dasar-dasar pendapat bermunculan, maka berpikir selanjutnya akan membentuk sebuah kesimpulan tentang suatu hal. Kesimpulan yang dibuat akan menjadi gagasan utama yang mencakup berbagai pendapat atau pengertian.

G. Faktor Pendukung dan Penghambat

Kemajuan berfikir manusia pasti berbeda-beda, hal ini sesuai dengan faktor-faktornya. Beberapa faktor yang mendukung adalah: Lingkungan, kepribadian, karakter, alat pendukung, hingga pola-pola yang sudah didapatkan. Sedangkan faktor penghambat berfikir adalah: Rendahnya pengetahuan, sedikit pola, rumitnya persoalan, hingga kecerdasan individu itu sendiri.

Akhir Kata

Mungkin itu saja ulasan terkait pengertian berpikir, konsep, macam-macam, hingga tujuan berpikir. Jika anda ingin mengembangkan konsep berpikir, maka hal yang harus dilakukan adalah mudah menerima masukan serta membuka wawasan seluas-luasnya.

Tuliskan Komentar Anda