Uang Giral: Pengertian, Jenis, Ciri-ciri, Contoh, dan Proses Terjadinya

Uang Giral
Uang Giral Dalam Bentuk Cek

Uang Giral – Pastinya anda pernah mendengar yang namanya uang giral kan!, tahukah anda apa itu uang giral sebenarnya?. Bagaimana dengan jenis, contoh, kekurangan serta kelebihan uang giral?, jangan khawatir, pada kesempatan kali ini saya akan mengulasnya lengkap berdasarkan sumber terbaik.

Berbeda dengan uang kartal (Logam & Kertas), uang giral biasanya diciptakan untuk mempermudah transaksi dalam jumlah yang besar atau sebagai alat tukar yang lebih efisien. Sayangnya uang giral kurang cocok digunakan untuk transaksi, jual beli, atau perdagangan yang sifatnya masih sederhana / tradisional.

A. Pengertian Uang Giral

Uang giral adalah uang yang dikeluarkan oleh bank umum berupa surat-surat berharga. Uang giral dapat dipakai sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Semakin berkembangnya teknologi, uang giral kini memiliki banyak jenis dengan memberikan manfaat yang besar. Uang giral akan membuat transaksi lebih efisien, cepat, serta minim kesalahan.

Pengertian lain, uang giral adalah alat transaksi berupa uang yang disimpan dalam koran di berbagai bank umum. Uang giral nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam transaksi memakai perantara berupa cek, giro, bilyet, atau perintah bayar waktu tertentu.

Penggunaan uang giral memang tidak dapat mencakup segala aspek transaksi. Berbeda dengan uang kartal, kita tidak bisa melakukan sederhana yang sering dilakukan sehari-hari karena tidak berbentuk mata uang nyata. Walaupun begitu, bentuk uang giral lebih aman dan efisien.

B. Ciri-ciri Uang Giral

Untuk mengenal lebih jauh tentang uang giral, kita bisa melihat berdasarkan ciri-cirinya. Uang giral punya karakteristik tersendiri sesuai dengan jenisnya.

  • Uang giral dapat diterbitkan oleh lembaga keuangan tertentu maupun Bank Umum.
  • Uang giral diterbitkan dalam bentuk surat berharga, kode atau alat elektronik yang dibuat oleh Bank Umum.
  • Uang jenis ini menjadi alat pembayaran yang sah, namun masyarakat luas tidak diwajibkan untuk menerima maupun menggunakan uang giral.
  • Pemakaian uang giral yang dijamin oleh suatu lembaga keuangan maupun Bank Umum penerbit.
  • Tidak dapat digunakan sebagai alat transaksi sehari-hari, jual beli sederhana, maupun transaksi yang sering dilakukan masyarakat umum.

C. Jenis-jenis Uang Giral

Ciri Ciri Uang Giral 1 - Uang Giral: Pengertian, Jenis, Ciri-ciri, Contoh, dan Proses Terjadinya
Uang Giral Bentuk Kartu Kredit

1. Cek

Cek merupakan surah berharga yang berisi perintah tertulis dari pemilik rekening kepada bank yang dapat digunakan untuk membayar sejumlah uang.

2. Giro

Giro adalah bentuk simpanan bank yang penarikannya bisa dilakukan kapan saja dengan menggunakan cek maupun surat berharga yang lain.

3. Kartu Kredit

Berikutnya ada kartu kredit yang tidak asing lagi bagi anda. Kartu kredit adalah sebuah kartu yang dikeluarkan oleh bank yang dapat digunakan untuk bertransaksi tanpa membawa uang tunai. Selanjutnya pemilik kartu kredit perlu membayarkan sejumlah transaksi kepada pihak bank sesuai dengan belanjanya.

4. Wesel Pos

Wesel pos adalah simpanan dalam bank yang bentuknya surat pos. Wesel pos dapat dimanfaatkan juga untuk mengirimkan uang.

5. Bilyet

Selanjutnya Bilyet, sesuai dengan namanya, bilyet berbentuk nota, formulir, atau bukti tertulis tentang transaksi, perintah bayar, atau membayar.

D. Proses Kemunculan Uang Giral

Uang giral memang banyak digunakan di negara-negara maju yang perekonomiannya berjalan dengan praktis mulai dari transaksi hingga berbisnis. Nah, di Indonesia sendiri, uang giral sudah cukup ramai digunakan. Adapun proses terjadinya uang giral sebagai berikut:

1. Primary Deposit

Uang giral terjadi ketika ada proses menyimpan, menitipkan, atau menabung sejumlah uang kartal (logam/kertas) di bank tertentu. Nah proses tersebut dinamakan “Primary deposi”, jadi uang yang semula bernilai nyata menjadi uang giral dan dapat digunakan lebih efisien.

2. loan Deposit

Uang giral terjadi ketika seseorang meminjam sejumlah uang di bank, jadi uang tersebut hanya dalam bentuk simpanan dan tidak dapat digunakan. Sistem ini dinamakan “Loan deposit” atau uang giral dari hasil pinjam-meminjam.

3. Uang Kuasi

Berikutnya ada uang kuasi, uang ini tercipta ketika seseorang menyimpan sejumlah uang dalam bentuk deposito berjangka atau tabungan berjangka. Uang tersebut tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran karena sudah ada waktu penentuannya.

E. Kelebihan dan Kekurangan Uang Giral

Walaupun efisien, uang giral juga punya kelemahannya tersendiri. Bagi Negara-negara maju, uang giral lebih sering digunakan karena banyak teknologi yang mempermudah transaksi dengan uang giral. Berikut ini kelebihan serta kekurangan dari uang giral:

1. Kelebihan

  • Praktis dan ringan karena tidak perlu membawa uang logam / kertas.
  • Uang giral dapat diterima dalam jumlah yang tak terbatas.
  • Lebih aman dibanding uang kartal serta penyimpanannya terjamin oleh pihak bank.
  • Proses pindah tangan lebih cepat dan dengan biaya yang lebih kecil walaupun jumlah uang yang dipindah tangan kan besar.
  • Besar pecahan mudah ditemui sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan.
  • Ketika kehilangan uang giral, kita bisa melayak dan melakukan pemblokiran sebelum digunakan oleh orang yang menemukannya.

2. Kekurangan

  • Kurang efektif ketika dipakai transaksi kecil
  • Uang giral tidak bisa diterima oleh semua orang
  • Tidak efektif untuk digunakan jual beli tradisional

Nah itulah beberapa ulasan terkait pengertian uang giral, proses terjadinya, macam-macam, ciri, hingga kelebihan & kekurangannya. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi anda dan jangan lupa baca artikel menarik lainnya.

Baca Juga : Pengertian fasilitas serta macam-macamnya

Tuliskan Komentar Anda